Site icon

Partisipasi Masyarakat, Pendidikan, Informasi dan Teknologi, Serta Tanggap Bencana Menjadi Pembeda Dari Peserta Lain Dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi

Tim Penilai (tengah) melihat langsung Sistem Pelayanan Malang Online

Rajajowas – Ada yang tak biasa jika kita melintas di Jl.Raya Sawojajar pada Selasa (23/5) jalur utama sengaja di tutup dan dijaga oleh keamanan serta terdapat tenda yang dipenuhi oleh produk-produk UKM di wilayah Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Sejak ditetapkannya Sawojajar menjadi yang terbaik dalam ajang Otonomi Award Lurah Camat tahun 2017 pada April lalu, secara otomatis Kelurahan Sawojajar mewakili Kota Malang dalam Lomba Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur.
Dalam penilaian lapang kemarin (23/5) Tim Penilai disambut oleh penampilan King Jowas Percussion dan tari Topeng Malangan, Tim Penilai memberikan apresiasi khususnya pada sistem pelayanan masyarakat berbasis online yakni Sistem Pelayanan Malang Online (Singo). Sistem ini memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan kependudukan dan lainnya. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, Agus Wahyudi mengatakan, Kelurahan Sawojajar, satu dari empat kelurahan di Jawa Timur yang dinilai dalam Perlombaan Desa dan Kelurahan. Lomba ini adalah bagian dari evaluasi desa dan kelurahan yang ada di provinsi Jatim. “Dibandingkan tiga kelurahan lainnya, masing-masing dari Kota Madiun, Probolinggo dan Surabaya, Kelurahan Sawojajar masih lebih unggul. Keunggulan kelurahan yang menjadi wakil Kota Malang ini salah satunya adalah inovasi teknologi dalam pelayanan masyarakat,” kata Agus kepada Malang Post, Selasa (23/5), kemarin. Menurutnya, ada tiga kriteria yang dinilai dalam perlombaan ini, di antaranya bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Sawojajar menurutnya telah memenuhi tiga kriteria ini. “Semua lini sudah dikerjakan dengan baik. Inovasinya sudah luar biasa. Dari tiga kelurahan lain belum ada yang seperti ini. Harapan juara I sangat besar, mulai inovasi penggunaan IT, internet, tanggap bencana dan partisipasi masyarakat juga stakeholder luar biasa,” tambahnya.
Bahkan Agus sempat melihat secara langsung penerapan aplikasi Singo, yakni program layanan masyarakat berbasis internet. Lewat aplikasi Singo, lurah bisa memantau seluruh berkas surat yang masuk ke kelurahan. Berkas-berkas tersebut langsung diproses. Termasuk pendelegasian tanda tangan kepada sekretaris jika lurah tidak ada di kantor. ”Karena menggunakan aplikasi berbasis Android, ini mempercepat pengurusan birokrasi. Tentu jika diterapkan lebih banyak di kantor kelurahan lain akan sangat membantu masyarakat,” kata Agus. (j-c0)

 

Exit mobile version