Site icon

SAWOJAJAR DUKUNG PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU (P2KH) DI KOTA MALANG

RAJAJOWAS EVERGREENUrbanisasi memicu degradasi kualitas lingkungan seperti banjir, kemacetan, kekumuhan dan krisis infrastruktur. Tantangan ke depan bagi kota-kota di Indonesia pun akan semakin berat dengan hadirnya parameter perubahan iklim (climate change) dan semakin terbatasnya sumberdaya pendukung kehidupan (finite resources).  Tantangan tersebut perlu dijawab dengan langkah-langkah nyata yang sistematis, salah satunya dengan implementasi pengembangan budaya hijau.

Untuk itu, dengan didorong inisiatif daerah, maka Kementerian Pekerjaan Umum c.q direktorat jenderal penataan ruang diluncurkanlah PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU (P2KH) dalam acara hari tata ruang nasional pada bulan Nopember 2011

P2KH merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Pusat bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten dalam memenuhi ketetapan UUPR, terutama terkait pemenuhan luasan RTH perkotaan, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim di Indonesia. P2KH merupakan inovasi program perwujudan RTH perkotaan yang berbasis komunitas.

Kota hijau dalam perspektif P2KH didefinisikan sebagai kota yang ramah lingkungan yang dibangun berdasarkan keseimbangan antara dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan, serta dimensi tata kelolanya, termasuk kepemimpinan dan kelembagaan kota yang mantap.  Kesemuanya meliputi 8 (delapan) elemen kota hijau yakni : GREEN PLANNING AND DESIGN, GREEN COMMUNITY, GREEN OPEN SPACE, GREEN WATER, GREEN WASTE, GREEN BUILDING, GREEN TRANSPORT, GREEN ENERGY.

Dari total 60 Kota/Kab di Indonesia yang menerima P2KH, sebanyak 18 diantaranya ada di Jawa Timur.   Kota Malang adalah salah satu wilayah di Jawa Timur yang mendapat bantuan program ini pada tahun 2012.

Kota Malang dengan berbagai kontribusi aktifnya, sejauh ini telah dipandang sebagai mitra strategis P2KH bagi Kementerian PU dan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur.

Masyarakat senantiasa dilibatkan dalam setiap tahapannya, baik dalam penyusunan Masterplan, Peta Komunitas Hijau dan DED RTH Percontohan P2KH karena semangat program memang untuk memberdayakan masyarakat untuk bersama melestarikan masyarakat.

Keseluruhan sinergi antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Malang, Team Tenaga Ahli P2KH, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat diharapkan dapat berujung pada kesuksesan Program Pengembangan Kota Hijau di Kota Malang meliputi:

  1. Tersusunnya dokumen Masterplan yang akan menjadi landasan pengembangan dan penataan RTH di Kota Malang
  2. Tersedianya Peta Komunitas Hijau yang akan menjadi salah satu media informasi publik tentang RTH di Kota Malang
  3. Bertambahnya ruang terbuka hijau publik baru yang akan mendukung kelestarian lingkungan dan ruang interaksi bagi warga kota
  4. Makin menyebarnya mentalitas yang akan membentuk budaya hidup hijau di Kota Malang.

 

UPAYA WARGA SAWOJAJAR DALAM MENDUKUNG P2KH DI KOTA MALANG

Sebagaimana diungkapkan diatas, ada 8 (delapan) atribut untuk mewujudkan Kota Hijau yang menyertainya, yaitu :

  1. GREEN PLANNING AND DESIGN : Perancangan dan perencanaan kota yang ramah lingkungan
  2. GREEN OPEN SPACE : Ketersediaan ruang terbuka hijau yang memadai, minimal 30 persen dari luas kota
  3. GREEN ENERGY : Konsumsi energi yang efisien
  4. GREEN WATER : Pengelolaan air yang efektif
  5. GREEN WASTE : Pengelolaan limbah dan sampah dengan prinsip 3R (reuse, reduce dan recycle)
  6. GREEN BUILDING : Bangunan hemat energi
  7. GREEN TRANSPORT : Penerapan sistem transportasi yang berkelanjutan
  8. GREEN COMMUNITY : Peningkatan peran masyarakat sebagai komunitas hijau

Kelurahan Sawojajar yang sebagian besar wilayahnya berupa kawasan perumahan dilingkungan PT. Perum Perumnas, namun dengan kesadaran dan kepedulian masyarakat yang tinggi, bahu membahu, bersama-sama dan bergotong royong menyatu antara masyarakat yang ada dilingkungan perumahan dengan masyarakat yang ada dilingkungan perkampungan, mereka berusaha berbuat untuk mendukung mewujudkan Green City bagi Kota Malang dengan berbagai aktifitas, antara lain sebagai berikut :

  1. Pengembangan dan pemberdayaan Bank Sampah Malang yang ada di wilayah Kelurahan, baik yang digunakan untuk tujuan sosial maupun untuk menambah pendapatan masyarakat, sampah ternyata apabila kita kelola dengan benar dapat merupakan salah satu solusi guna mengatasi beberapa permasalahan. Beberapa kegiatan PKK selama ini dapat didukung serta dibiayai dari sampah, misalnya kegiatan yang ada di Posyandu baik Posyandu Balita maupun Lansia serta Posbindu Kelurahan Sawojajar sebagian biaya operasionalnya didapatkan dari pasrtisipasi masyarakat yang mengumpulkan sampah pada masing-masing Bang Sampah yang tersebar ditiap-tiap RW
  2. Pemanfaatan sampah guna meningkatkan nilai ekonomis, dari beberapa UKM di bawah binaan PKK Kelurahan telah mengembangkan kerajinan daur ulang yang berasal dari sampah rumah tangga, beberapa kegiatan pelatihan telah dilaksanakan yang bekerjasama dengan Kader Lingkungan maupun Bank Sampah Malang.
  3. Sosialisasi serta pembinaan tentang Sanitasi dan Perilaku Hidup Sehat, pada tahun 2014 untuk wilayah Kelurahan Sawojajar sudah ditetapkan sebagai wilayah Bebas BABS (buang air besar sembarangan), hal ini tidak terlepas dari peran serta dan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat yang ada serta terus menerus dilakukannya sosialisasi serta pembinaan mengenai sanitasi serta pola hidup sehat oleh Kader PKK yang didukung oleh LPMK, BKM, Kelurahan Sehat, Kelurahan Siaga serta Dinas Kesehatan Kota Malang. Dari kegiatan ini telah terbangun 2 (dua) unit MCK Umum serta 1 (satu) unit IPAL Komunal yang dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu.
  4. Digiatkannya penataan lingkungan yang berorientasi pada penghijauan, beberapa kawasan diwilayah Kelurahan Sawojajar saat ini telah terlihat hijau dengan berbagai macam tumbuhan dan bunga, konsep kampung dalam taman telah dikembangkan oleh beberapa RW. Masyarakat telah menyadari dengan perubahan iklin global telah mempengaruhi kondisi alam serta udara secara umum tanpa terkecuali dirasakan juga oleh warga Sawojajar. Dengan sistem gotong royong dan partisipasi masyarakat dengan kesadaran telah menanam pepohonan dilingkungan masing-masing.
  5. Taman Lingkungan, beberapa tahun terakhir ini banyak fasilitas umum perumahan yang sebelumnya terbengkalai karena tidak terawat telah disulap oleh warga Kelurahan Sawojajar menjadi taman-taman lingkungan secara swadaya, selain bertujuan untuk memperindah kawasan tersebut, taman lingkungan ini juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya warga dalam berbagai aktifitas.
  6. Biopori, sebagai kawasan perumahan terbesar di wilayah Kota Malang, sawojajar tentunya tidak luput dari berbagai permasalahan, khususnya adalah masalah genangan air saat musim hujan. Selama ini Sawojajar sangat identik dengan permasalahan genangan air ini, namun dengan kesadaran serta partisipasi masyarakat Kelurahan Sawojajar telah mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan program 1 : 1 yaitu 1 (satu) rumah 1 (satu) lubang biopori dan 1 (satu) kampung 1 (satu) sumur resapan. Ada beberapa wilayah RW yang telah berhasil mewujudkan program ini serta berhasil mengatasi permasalahan genangan air saat musim hujan yang selama ini selalu menghantui wilayah mereka, bila sebelum dilaksanakannya program ini untuk genangan air bisa mencapai 50 cm sampai 70 cm, maka setelah program biopori serta sumur resapan air ini kawasan tersebut telah terbebas dari genangan air.
  7. Pemanfaatan lahan pekarangan, sosialisasi serta pendayagunaan lahan pekarangan di wilayah Kelurahan Sawojajar dengan menanami tanaman sayur-sayuran organik baik dalam polybag maupun kaleng bekas telah membudaya, selain dapat membantu menghijaukan wilayah juga dapat membantu perekonomian warga (minimal membantu kebutuhan dapur untuk sayuran hasil berkebun sendiri)
  8. Saat ini dalam proses perencanaan dan pematangan konsep pemanfaatan lahan (samping kiri-kanan) sepanjang sungai di Jalan Raya Sawojajar. Dimana saat ini kawasan ini terlihat kumuh karena banyaknya PKL yang melakukan aktifitas diarea tersebut, kedepan dengan menggandeng pihak pengusaha yang mempunyai kepedulian maka kita berusaha akan merubah wajah sepanjang sungai tersebut untuk lebih indah dan tentunya sebagai salah satu upaya untuk menambah luasan RTH yang ada di wilayah sawojajar dan juga Kota Malang.
  9. Lembaga sosial kemasyarakatan dan beberapa kelompok masyarakat yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan di wilayah Kelurahan Sawojajar saat ini sangat aktif, baik dalam melakukan sosialisasi maupun aksi nyata guna mewujudkan kawasan Sawojajar yang hijau dan nyaman.

Beberapa kegiatan diatas, adalah hanya sebagian dari aktifitas warga Kelurahan Sawojajar dari beberapa ragam aktifitas dalam mendukung Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) di Kota Malang.

Kedepan telah dipersiapkan beberapa program serta aktifitas  warga Kelurahan Sawojajar untuk mendukung program P2KH ini, dengan harapan “semoga Kota Malang menjadi Kota Layak Huni, yang nyaman, aman dan tentram”

Terima kasih, dan

Salam Tahes Komes dari Bhumi Rajajowas.

Exit mobile version