Tumbuhkan Kepedulian Masyarakat Akan Kesehatan Lingkungan, Paguyuban Lansia Adakan Penyuluhan Jumantik

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah dikenal di Indonesia sebagai penyakit yang endemis di masyarakat, terutama sangat berbahaya bagi kalangan anak-anak. Penyebab penyakit ini ialah virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegepty sebagai faktor utama, disamping nyamuk Aedes Albopictus.

Kejadian luar biasa masih sering terjadi, secara teoritis ada empat cara untuk memutuskan rantai penularan DBD yaitu melenyapkan virus, isolasi penderita, mencegah gigitan nyamuk (vector) dan penggalian vector. Untuk pengendalian vector dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara kimia dan pengelolaan lingkungan, salah satunya dengan cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN) atau biasa disebut JUMANTIK.

Di Kelurahan Sawojajar sendiri, tingkat terjangkitnya penyakit Demam Berdarah masih lumayan tinggi, ini terjadi karena masih banyaknya wilayah di sawojajar yang masih terdapat genangan terutama saat musim penghujan. Selain itu kurangnya sebagian warga memahami tentang tata cara pencegahan virus Demam Berdarah ini.

Paguyuban Lansia di Kelurahan Sawojajar dalam meningkatkan kapasitasnya, pada Kamis, 16 Maret 2017 bertempat di Aula Kantor Kelurahan Sawojajar Kecamatan Kedungkandang Kota Malang mengadakan kegiatan Penyuluhan Jumantik bagi kader Posyandu Lansia, Posyandu Balita dan Posbindu yang ada di Kelurahan Sawojajar, Sasaran kegiatan ini adalah kader-kader yang ada di masing-masing RW.

Tujuan kegiatan ini adalah menggerakkan masyarakat untuk lebih peka dan peduli akan kondisi lingkungan disekitarnya, dengan tumbuhnya rasa kepedulian masyarakat juga diperlengkapi dengan pengetahuan tentang lingkungan yang sehat, mengetahui penyebab utama penyakit DBD, dan tempat bersarangnya nyamuk juga sangat penting untuk diketahui. Selain itu ini akan dapat terlihat perubahan apa yang terjadi di masyarakat, baik itu perubahan akan pola pikir, sikap dalam memaknai dan menjaga lingkungan sekitar yang bersih dan sehat. Para kader inilah yang akan menjadi pihak penggerak dalam mewujudkan perubahan tersebut, karena mereka lah yang akan mengingatkan warga sekitarnya setiap hari dan pada setiap kesempatan untuk menjaga rumah dan lingkungan sekitar agar tetap bersih, sehingga dapat menekan jumlah nyamuk yang bersarang disekitar rumah warga.

Hadir sebagai Narasumber dari kegiatan ini Ulfa Rahma dari UPT Puskesmas Gribig Kecamatan Kedungkandang yang memberikan pemahaman dan tata cara tentang proses Jumantik. (j-co)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *